Penerbitbuku.net

Jasa Penerbitan dan cetak buku terbaik di Indonesia

Ingin menulis jurnal ilmiah populer? Berikut 5 tips yang dapat anda ikuti

5 Tips Menulis Jurnal Ilmiah Populer

Bagi para pakar yang terbiasa menulis ilmiah, menulis ilmiah merupakan satu kesulitan tersendiri. Artikel populer ilmiah diartikan sebagai artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/ bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa seperti majalah, surat kabar, tabloid, dan lainnya.

Dengan 5 tips di bawah menulis ilmiah populer akan terasa lebih menarik dan lebih mudah. Simak dwngan baik dan terapkan dengan benar!!

1. Carilah Hal Yang Menarik, Bermanfaat dan Unik

Dari berbagai bahan tulisan, carilah poin-poin yang menarik, unik, dan bermanfaat bagi masyarakat umum. Sumber tulisan bisa berasal dari jurnal, tulisan ilmiah ataupun hasil penelitian. Didalamnya termasuk data lapangan yang walaupun belum dituangkan dalam bentuk laporan.

Agar tulisan Anda dapat memenuhi target bermanfaat, unik, dan lainnya, di saat menulis anggaplah kita sedang mengobrol dengan pembaca.

Setelah tulisannya selesai, bila memungkinkan berikan kepada orang terdekat kita untuk menanggapinya. Setelah itu sunting draf tulisan yang telah di beri masukan dan ditulis dengan gaya penulisan masing-masing untuk disempurnakan lalu dimuat/dikirimkan ke media tujuan.

2. Temukan Media Pemuat

Penting untuk memperhatikan kemana tulisan ilmiah tersebut ingin di labuhkan. Artinya kita dapat menentukan media yang kita gunakan sebagai tempat kita memuat artikel tersebut. Medianya seperti website resmi kantor/institusi, kompasiana, majalah ilmiah populer, hingga blog pribadi.

Pilihan nedia mengakibatkan perlunya melihat ketentuan penulisan di media tujuan. Pada setiap media memiliki ketentuan dan kriteria tersendiri untuk tulisan/artikel yang dapat dimuat, kecuali media sosial (milik sendiri)

3. Hindari Istilah-istilah Ilmiah

Unsur utama yang menjadi pembedahan antara tulisan ilmiah dan ilmiah populer adalah bahasa yang digunakan.  Ilmiah populer meniadakan penggunaan bahasa ilmiah sama sekali. Bahasa yang digunakan adalah bahasa umur yang bisa di pahami orang-orang. Apabila ada istilah ilmiah harus diganti dengan pengertian umum yang dimengerti khalayak umum.

Walaupun begitu, penulisan ilmiah populer harus tetap memperhatikan tata aturan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan kata-kata baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (PUTERI/KBBI). Dalam memudahkan identifikasi kata, kita dapat menggunakan layanan eja kata di internet menggunakan smartphone.

4. Dukung Tulisan Dengan Alat Bantu

Agar pembaca berminat dan tertarik untuk membaca, artikel ilmiah populer perlu didukung ‘alat bantu’ yang dapat berupa grafik, infografik, foto, hingga kutip wawancara langsung. Bahkan, diperbolehkan menyisipkan opini untuk memperkuat maksud dari penulis.

Yang dapat menguatkan tulusan lainnya adalah ‘foto’ namun seringkali terlupakan karena kehilangan momen. Agar tidak terlupakan makan sebaiknya penulis sudah memikirkan artikel apa dan foto apa saja yang akan diambil sedini mungkin.

Misalnya kita akan ke lapangan meneliti tumbuhan dan kaitannya dengan pemukiman. Dalam perencanaan, mulailah mencatat foto-foto apa yang akan diambil sehingga selaras dengan tulisan yang dibuat. Dari ide tersebut, perlu diambil foto plang nama desa, suasana pemukiman, warga desa/petani yang di wawancarai, beberapa jenis tumbuhan langka dan kondisi hutan yang berdampak pada tumbuhan tersebut.

5. Sampaikan Pesan Utama Di Awal Tulisan

Pada masa sekarang, waktu orang membaca sudah semakin singkat. Saat ini adalah zaman instan, serba cepat. Menulislah se segera mungkin dan sampaikan pesan utama diawal agar pembaca tertarik untuk membacanya hingga pesan-pesan selanjutnya.

Penyampaian pesan-pesan utama serta pesan-pesan lain dalam tulisan, sejak awal dapat dilatih. Caranya adalah dengan meperkuat kemampuan dalam mempara-frasakan suatu kalimat (dari tulisan asalnya) dengan mengalihkan bahasakan ke dalam bentuk penulisan yang sederhana, padat, komunikatif, dan menarik.

Apabila belum memulai menulis, mulailah menulis dan terus menulis. Berlatih lah menulis dengan menulis. Hambatan utama dalam menulis adalah terlalu banyak berpikir dan terlalu banyak mempertimbangkan.  Mulailah menulis dengan padat dan singkat, misalnya 600-an kata  yang secara berkala di tingkatkan sedikit-sedikit. Tetaplah mengingat media Pemuat tulisan tersebut (seperti yang telah dijelaskan sebelumnya).

Semoga beberapa tips dalam menulis jurnal ilmiah populer diatas dapat sedikit membantu Anda dalam berkarya. Jangan terlalu di pikiran, cukup lakukan dan perlahan akan terselesaikan. Semoga berhasil

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat