Penerbitbuku.net

Jasa Penerbitan dan cetak buku terbaik di Indonesia

3 Cara Menerbitkan Buku Bagi Pemula, Wajib Tahu!

Cara Menerbitkan Buku Bagi Pemula
Cara Menerbitkan Buku Bagi Pemula

Cara Menerbitkan Buku Bagi Penulis

Halo, Para Penulis!

Kali ini saya akan berbagi tentang 3 cara menerbitkan buku bagi penulis khususnya penulis yang masih pemula.

“Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”
― Helvy Tiana Rosa.

Begitulah ungkapan yang tepat untuk para menulis. paling tidak seseorang harus menulis untuk meninggalkan jejak peradaban. Berbahagialah kalian yang telah menulis dan menerbitkan paling tidak satu judul buku. Eits, tunggu dulu! Bagaimana kalau penulis yang sudah menyelesaikan tulisannya lalu ingin menerbitkan karyanya? Caranya bagaimana sih? Tenang, pada tulisan ini saya akan membagikan 3 cara menerbitkan buku bagi penulis. Simak baik-baik.

Cara Menerbitkan Buku Bagi Pemula

Pertama, melalui penerbit indie. Apa itu penerbit indie?

Penerbit Indie atau penerbit independen adalah penerbit independen merupakan penerbit yang tergolong individu. Biaya penerbitan dilakukan oleh penulis sendiri. Namun tidak usah khawatir, siapapun dapat menerbitkan karyanya di penerbit indie tanpa seleksi. Ya, tanpa seleksi. Dan mulai dari proses cetak, editing, desain cover dan sebagainya tergantung kepada penulis. Sesuai kebutuhan nantinya. Prosesnya pun tidak rumit dan tidak memerlukan waktu yang lama. Jadi intinya, penerbit indie mempunyai banyak kelebihan yang sangat memudahkan penulis untuk menerbitkan karyanya.

Disini saya akan memberikan sebuah pengalaman menerbitkan buku di Penerbit Uwais.

Penerbit Uwais merupakan salah satu penerbit independen yang menurut saya sangat profesional dan fleksibel. Bisa dilihat pada websitenya www.penerbituwais.com, kalian bisa memilih beberapa macam paket penerbitan buku, tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. Para penulis hanya tinggal mengirimkan naskahnya, dan tunggu sampai proses pengerjaan selesai. Proses pengerjaan naskah sangat cepat, hanya memerlukan waktu 3 – 4 minggu. Kalian akan mendapat banyak fasilitas seperti : ISBN, Desain Cover, Layout dan Editing. Pokoknya tinggal terima jadi semuanya.

Wah, kalau ini penulis juga pengen segera menimang buku hasil karya sendiri, hahaha.

Lalu, proses percetakannya sendiri, di Penerbit Uwais, penulis bisa mencetak buku sesuai permintaan karena sistemnya Print On Demand (PoD). Dan telah dibantu pemasarannya melalui Google Playbook sebagai versi digital.

Baca Juga : 3 Kelebihan Penerbit Buku Independen (Indie)

Oke, Lanjut.

Kedua, melalui penerbit mayor. Penerbit mayor contohnya seperti Penerbit Gramedia dan Penerbit Elex Media Computindo. Apa sih penerbit mayor itu?

Ini penerbit besar. Punya modal besar juga untuk menjalankan penerbitan. TIm yang berprofesi di dalamnya juga banyak, terdiri atas editor, lay outer, ilustrator, komponen marketing, dan distribusi. Naskah yang masuk akan diedit dengan ketat, bagus isi, tata bahasa, dan gaya penulisan. Naskah juga akan dibuatkan ilustrasinya. Sesudah itu baru masuk lay out, cetak, lalu didistribusikan ke jaringan warung buku yang berprofesi sama dengan penerbit ini.

Oh ya, buku yang diterbitkan di penerbit mayor telah pasti ada ISBN-nya. International Standard Book Number (ISBN) merupakan kode identifikasi buku. Kode ini terdiri atas 13 digit angka. Seluruh berita buku seperti judul, nama penulis, nama penerbit, dan tahun terbit, tercantum dalam ISBN. Jadi, satu buku cuma punya satu ISBN dan ISBN buku yang satu akan berbeda dengan buku yang lain.

Untuk menerbitkan satu judul buku, ibaratnya penerbit telah mengeluarkan modal. Mereka menanggung seluruh tarif sejak cara kerja permulaan hingga buku terpajang di warung. Tahun 2012 salah satu editor dari sebuah penerbit cerita ke saya bahwa untuk menerbitkan satu judul buku saja mereka sepatutnya mengeluarkan modal hingga Rp30juta. Sekarang telah pasti lebih dari itu. Besar juga, ya?

Berhubung sepatutnya mengeluarkan modal sebegitu besarnya, sebelum menerbitkan sebuah buku, penerbit juga sepatutnya menetapkan berjenis-jenis aspek. Editor akan menyeleksi tulisan. Tentu saja tulisan yang dipilih merupakan yang bagus, unik, dan dari segi marketing, tulisan sepatutnya “memasarkan”. Untuk itu, editor akan berprofesi sama dengan komponen marketing. Desain cover berikut warna, gambar, dan font yang dipilih, benar-benar diamati supaya menarik minat pembeli. Nggak heran ya jikalau editor akan menyeleksi ketat seluruh tulisan yang masuk. Para editor ini punya insting yang kuat naskah tersebut bagus atau tidak, memasarkan atau tidak, cuma dengan membaca sebagian kalimat atau sebagian halaman permulaan naskah. Jika komponen permulaan lantas dirasa “kurang” naskah itu telah pasti ditolak.

Penerbit mayor mendapatkan naskah puluhan hingga ratusan judul dalam sehari. Tentu saja mereka tidak dapat menerbitkan semuanya. Penerbit punya alokasi menerbitkan, misalnya satu bulan cuma sebagian naskah. Bisa dibayangkan kan, gimana sulitnya penulis menembus seleksi penerbit?

Di penerbit mayor, penulis cuma bertugas menulis dan mengirimkan hasil tulisannya ke penerbit. Penulis sama sekali tidak dibebankan tarif. Nanti, sesudah bukunya terbit, penulis pun akan mendapatkan royalti. Lazimnya 10% dari harga buku dan dipotong pajak 15%.

Penulis akan dapat bukti terbit. Lazimnya lima hingga 10 eksemplar. Gratis.

Hingga di sini telah kebayang seputar penerbit mayor kan, ya?

Cara Menerbitkan Buku Bagi Penulis Pemula

Ketiga, Self Publishing. Kalau diperhatikan dari akar katanya, self publishing secara bahasa dapat dipahami dengan “penerbitan mandiri” alias menerbitkan buku sendiri. Artinya, si penulis menjalankan seluruh proses penulisan, editing, desain cover, tata letak buku, permohonan ISBN dan barcode di Perpustakaan Nasional RI oleh dirinya sendiri. Tak lupa, si penulis juga menerbitkan bukunya dengan penerbit yang dibuatnya sendiri. Termasuk menjalankan pemasaran sendiri. Benar-benar penulis yang mandiri bukan?

Cara Menerbitkan Buku Bagi Penulis Pemula

Dari penjelasan di atas saja Kami rasa pembaca telah dapat menangkap pengertiannya dengan bagus. Secara istilah self publishing berarti proses penerbitan -biasanya buku- yang dikerjakan oleh penulis hingga buku karyanya hal yang demikian dijual.

Nah, sudah tahu semua kan? Semoga bermanfaat.

Salam Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *