Penerbitbuku.net

Jasa Penerbitan dan cetak buku terbaik di Indonesia

5 CARA MEMBUAT BUKU BESAR.

APA ITU BUKU BESAR?

Penerbit Buku di Yogyakarta
BUKU BESAR

Salah satu kegiatan penting dalam proses akuntansi, yaitu menyusun ledger. Cara membuat buku besar tidak terlalu sulit. Namun, sangat penting untuk Anda memahami secara lebih dalam mengenai apa yang dimaksud dengan buku besar?

Buku besar atau ledger berisi berbagai akun untuk meringkas transaksi yang tercatat pada jurnal. Ledger disebut juga sebagai book of final entry atau tahap catatan akhir di dalam akuntansi.Anda perlu memahami mengenai pengertian ledger terlebih dahulu sebelum mengetahui cara mudah membuat dokumen tersebut.

Secara umum, pengertian buku besar adalah istilah dari ledger atau kumpulan akun-akun yang digunakan dalam meringkas suatu transaksi yang terjadi ke dalam jurnal. Ledger juga biasa diartikan sebagai tahapan dalam pencatatan ringkasan data akhir yang didapat dari jurnal umum.

Ledger memuat perkiraan mengenai ikhtisar dari pengaruh transaksi keuangan akibat perubahan aktiva, kewajiban, serta modal dalam suatu perusahaan. Jadi, dokumen ini adalah alat yang digunakan perusahaan untuk mencatat berbagai perubahan dalam sebuah akun sebab adanya transaksi keuangan.

Kegiatan menyusun ledger disebut dengan posting. Seperti yang diketahui bahwa ledger adalah pemindahan akun dari jurnal umum, maka posting dilakukan setelah membuat jurnal umum. Jadi, dalam proses cara membuat ledger, Anda harus membuat jurnal umum terlebih dahulu.

Dalam cara membuat dokumen ledger dan neraca saldo, akun-akunnya terbagi atas real account dan nominal account. Real account adalah akun yang terdapat pada neraca seperti aktiva, hutang, modal dan kewajiban. Sedangkan, nominal account merupakan akun yang ada di dalam laporan laba rugi, seperti akun beban dan pendapatan.

4 Bentuk Ledger yang Wajib Diketahui

Apakah yang dimaksud dengan Buku Besar atau The Ledger? - Akuntansi -  Dictio Community
CONTOH LEDGER BUKU BESAR

Sebelum memahami bagaimana langkah menyusun ledger, perlu ketahui pula bentuk-bentuk dari ledger. Ada beberapa bentuk dokumen tersebut, diantaranya:

1. Bentuk T

Salah satu bentuk ledger yang paling sederhana, yaitu buku besar bentuk T. Adapun bentuknya seperti huruf T besar. Pada bagian kanan menunjukkan sisi Kredit dan sebelah kiri menunjukkan sisi Debit.

Bentuk dan fungsi ledger ini cukup sederhana, sehingga Anda mudah menggunakannya. Dalam ledger bentuk T ini, nama akun harus diletakkan pada sisi kiri atas dan kode akun diletakkan pada sisi kanan atas ledger.

2. Bentuk Skontro

Ledger bentuk skontro juga bisa disebut bentuk dua kolom. Skontro sendiri memiliki arti sebelah atau dibagi dua, yaitu kanan dan kiri atau debet dan kredit.

Cara membuat buku besar bentuk skontro cukup mudah, tetapi tetap detail dalam setiap catatan transaksi dan nominalnya. Ledger jenis ini memiliki fungsi yang cukup penting dan sering digunakan dalam perusahaan.

3. Bentuk Staffle Berkolom Saldo Tunggal

Bentuk ledger ini biasa digunakan dalam perusahaan yang mempunyai jumlah transaksi yang banyak. Kolom saldo yang terdapat pada ledger bentuk Staffle berkolom saldo tunggal, yaitu untuk menuliskan hasil setelah terjadi transaksi debet atau kredit.

Metode membuat buku besar ini cukup mudah, apalagi jika jumlah transaksi yang terjadi dalam satu periode banyak.

4. Staffle Berkolom Saldo Rangkap

Bentuk buku ini menyerupai bentuk kolom saldo buku besar. Namun, yang membedakan bentuk ledger ini dengan ledger bentuk staffle berkolom tunggal, yaitu kolom saldo yang terbagi lagi menjadi 2 kolom, yaitu kolom debit dan kredit.

5 Cara Mudah Membuat Buku Besar

Buku Besar: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya
Buku Besar

Metode menyusun ledger cukup mudah, Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

  • Mengisi tanggal proses posting buku besar. Pastikan tanggal sama dengan tanggal pada saat pencatatan yang dibuat pada jurnal umum.
  • Mengisi nama-nama akun yang mempengaruhi ledger akun tersebut ke dalam kolom keterangan. Jika terdapat saldo awal, maka isi dengan keterangan “saldo awal”.
  • Mengisi kolom Referensi dengan jenis atau nama jurnal yang diposting beserta nomor halamannya. Misalnya, jurnal umum pada halaman 5, maka ditulis disingkat menjadi JU 05.
  • Mengisi kolom debet dan kredit berdasarkan posisi akun tersebut pada jurnal umum. Misalnya, akun kas dalam jurnal umum letaknya di debet, maka dalam ledger pun letaknya di debet.
  • Mengisi jumlah dari penambahan atau pengurangan pada kolom saldo, hingga akhirnya mendapatkan saldo akhir ledger akun tersebut.

Nah, itulah langkah menyusun ledger akuntansi dengan mudah. Setelah memahami mengenai apa itu ledger beserta fungsinya, pasti akan semakin memudahkan Anda dalam pembuatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat